Strategi Berinvestasi Saham

Strategi Berinvestasi Saham dengan Modal Minim

Saat ini generasi milenial tengah menikmati fase baru sebagai pekerja muda, yang menandakan bahwa saatnya memikirkan bagaimana pengelolaan penghasilan agar tidak merugi di masa mendatang. Agar pendapatan terus berkembang optimal, salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu melakukan investasi saham. Sebelum memulainya, penting untuk mengetahui bagaimana stategi tepat meski menggunakan modal minim. Berikut ulasannya.

  1. Mulai Menabung Saham

Menabung yang dimaksudkan disini bukan hanya menyisihkan uang untuk keperluan mendadak, namun lebih tepatnya menabung saham dan secara rutin diinvestasikan ke beberapa saham tertentu dalam jangka waktu panjang. Hal ini terus dilakukan, dengan harapan agar saham yang sudah rutin terbeli akan mendatangkan keuntungan di masa mendatang ketika sudah waktunya untuk dijual.

  1. Value Investing

Ketika menggunakan strategi ini, saham yang akan diincar umumnya saham dengan harga yang masih rendah atau bahkan di bawah harga wajar namun diyakini dapat meningkat dalam jangka waktu panjang. Apabila suatu waktu dijual di saat yang tepat, sudah pasti hanyalah keuntungan yang akan didapat oleh sang investor. Sebelum menggunakan strategi cerdas satu ini, diperlukan pengetahuan dan kecekatan dalam memilih saham.

Ada tiga strategi yang bisa diterapkan ketika menggunakan value investing. Strategi yang pertama, mengharuskan sang investor untuk menemukan saham yang harganya terjangkau dari harga seharusnya. Selanjutnya, pilihlah saham yang mampu mewakili perusahaan berkinerja keuangan yang apik dengan track record konsisten. Yang terakhir adalah memastikan bila saham tersebut, berasal dari perusahaan manajemen kredibel dengan tata kelola baik.

  1. Trading Saham

Jika diartikan secara harfiah, trading saham berarti pedagang saham yang sedang melakukan transaksi jual beli saham dengan jangka waktu pendek. Tentu saja tujuan utamanya untuk mendapatkan keuntungan, hanya saja keuntungan tersebut didapatkan dari selirih pergerakan harga saham jangka pendek. Contohnya saja harga mulai dari 15 menitan, harian, bahkan paling lama dilakukan selama seminggu saja.

Pada strategi ini, Trader akan membeli saham dengan nilai rendah dan kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Dengan kata lain, analisa yang digunakan ketika hendak membeli saham lebih mengarah pada analisa teknikal. Meski dilakukan dalam jangka pendek, keuntungan yang didapatkan lumayan memikat hati. Apabila tertarik menggunakan strategi ini, pastikan untuk terus memantau pergerakan pasar beserta harga sahamnya.

  1. Income Investing

Para investor yang berfokus menerapkan strategi ini, cenderung memegang saham dalam jangka waktu cukup panjang. Alasannya, mereka akan berfokus pada pendapatan dividen daripada memburu yang disebut laba berupa capital gain. Namun ada pula yang menerapkan konsep buy and sell, sehingga mereka akan membeli saham dari sebuah perusahaan yang akan membagikan dividen lalu menjualnya kembali dengan harga tinggi.

  1. Growth Investing

Sedangkan untuk Growth investing, dapat dikatakan sebagai strategi yang memfokuskan dalam pencarian saham dengan potensi pertumbuhan dan keuntungan tinggi di masa mendatang. Meski hampir serupa dengan value investing, strategi satu ini lebih menekankan pada nilai atau harga wajar saham, dan tidak terlalu mempedulikan valuasi saham. Jika memang diyakini dapat berkembang di masa mendatang, maka saham tersebut akan dibelinya.

Sebelum terjun langsung di dunia saham, rasanya penting menyiapkan perbekalan mulai dari pengetahuan memadai beserta pengalaman. Dengan berpegang kedua hal tersebut, pengelolaan investasi dapat dilakukan dengan tepat sekaligus mendatangkan keuntungan. Meski modal yang dimiliki masih minim, bukan menjadi alasan untuk menunda melakukan investasi. Jika tidak segera melakukannya, sama saja dengan menunda kesuksesan.